.jpeg)


Atmaja Surabaya
Hunian neo-klasik satu lantai yang megah di mana kolom putih klasik dan atap perisai majemuk bermahkotakan finial indah melingkupi portal masuk setinggi dua lantai yang memancarkan keanggunan luar biasa.
Gambaran Proyek
Visi arsitektural di balik Atmaja Surabaya dimulai dari satu ambisi yang sangat khas Indonesia: menciptakan hunian yang terasa benar-benar megah tanpa mengandalkan ketinggian bangunan. Alih-alih menumpuk lantai demi proyeksi status, desain ini mengembangkan dirinya secara horizontal dengan keyakinan penuh, berakar teguh di atas tanah, dan menguasai tampilan jalan melalui keunggulan komposisi semata. Kosakata neo-klasik yang disaring melalui lensa desain residensial kontemporer Indonesia menghasilkan fasad yang terasa sekaligus timeless ala Eropa dan otentik sebagai hunian lokal, keseimbangan yang hanya bisa dicapai oleh desain yang benar-benar matang dan penuh pertimbangan.
Komposisi fasad diorkestrasikan di sekitar portal masuk utama yang dramatis, menjulang hingga dua kali ketinggian normal sebagai puncak visual dalam panorama atap satu lantai yang memanjang horizontal. Dua pilaster klasik berwarna putih cemerlang mengapit sebuah bukaan tinggi yang menerima sepasang pintu ganda berlapis lak hitam dengan kaca transom di atasnya, diiringi dua lampu lentera antik kuningan hangat di kedua sisinya. Aksen vertikal ini memberikan komposisi yang memanjang horizontal sebuah sumbu fokus yang tak terbantahkan kemegahannya. Pintu masuk dicapai melalui anak tangga granit yang lebar, memperkuat rasa prosesi dan kedatangan yang seremonial, mengubah langkah masuk ke dalam rumah menjadi sebuah pengalaman yang bermakna dan disengaja.
Palet material bersifat terkendali namun disetel dengan brilian. Plester putih bersih melapisi seluruh dinding utama, berfungsi sebagai kanvas bercahaya di mana setiap material lain terbaca dengan kejernihan maksimal. Cladding batu travertin dengan alur horizontal hadir pada dinding belakang carport dan dinding feature di samping kaca ruang tamu, menghadirkan kehangatan, tekstur, dan kedalaman organik yang menyelamatkan komposisi dari kesan terlalu steril. Bingkai aluminium arang gelap mengelilingi panel kaca setinggi lantai di ruang tamu dan berlanjut pada pintu masuk utama, membentuk tulang punggung kromatik yang melintang di seluruh lebar fasad. Genteng tanah liat perisai berwarna abu-abu slate menyatukan lanskap atap majemuk di atasnya, sementara finial dekoratif di setiap puncak menambahkan aksen klasik yang mendefinisikan kepribadian proyek ini.
Komposisi atap multi-hip adalah elemen arsitektural paling signifikan dalam desain ini. Beberapa paviliun atap perisai yang saling bertingkat naik dan turun mengikuti denah bangunan, merujuk pada bentuk atap berlapis dari arsitektur vernakular Jawa yaitu limasan dan joglo, namun diartikulasikan sepenuhnya dalam kosakata klasik Eropa. Setiap puncak atap dimahkotai finial keramik yang indah, sebuah detail yang sekaligus menghormati tradisi bangunan lokal dan mengangkat keseluruhan komposisi ke wilayah yang terasa benar-benar mewah. Carport terintegrasi memanjang dengan lega dari sayap kiri di bawah kanopi datar berlampu downlight tersembunyi, menampung kendaraan keluarga tanpa sedikit pun mengganggu ritme fasad.
Strategi lansekap menyempurnakan gambaran ini dengan ketepatan yang karakteristik. Bedengan tanaman formal rendah melapisi batas antara halaman beraspal dan fasad, diselingi pohon kamboja berbunga putih yang kanopi halusnya memperhalus arsitektur tanpa bersaing dengannya. Lampu sorot taman menghangatkan kaki fasad saat senja, menerangi plester putih dan permukaan batu alam dengan cahaya keemasan yang mengubah rumah ini menjadi kehadiran bercahaya di jalan Surabaya. Setiap keputusan komposisi dalam Atmaja Surabaya mengarah pada satu pengalaman: tiba di sebuah rumah dan merasakan, tanpa ragu, bahwa Anda telah tiba di tempat yang sungguh istimewa.
Tertarik bekerja sama dengan kami?
Mari menciptakan sesuatu yang luar biasa bersama.
Hubungi Kami